DNA REKOMBINAN SEBAGAI HARAPAN BARU DALAM DUNIA KESEHATAN
TUGAS MAKALAH GENETIKA DASAR
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DNA REKOMBINAN DI BIDANG KESEHATAN
Dosen Pengampu : Dr. Henny Saraswati, S.Si., M. Biomed
Ncum Sarminawati 20230308001
PROGRAM STUDI BIOTEKNOLOGI
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
JAKARTA
2024
Latar Belakang
Teknologi DNA Rekombinan melibatkan penggunaan enzim dan berbagai teknik laboratorium untuk memanipulasi dan mengisolasi segmen DNA yang diinginkan. Metode ini dapat digunakan untuk menggabungkan atau menyambungkan DNA dari spesies yang berbeda atau untuk membuat gen dengan fungsi yang baru. Salinan yang dihasilkan sering disebut sebagai DNA Rekombinan. Hal tersebut melibatkan perbanyakan (replikasi) DNA Rekombinan pada individu atau organisme tertentu yang mesin selulernya menyalin DNA yang direkayasa bersama dengan DNA miliknya sendiri (Wetterstrand, 2024).
Menurut Khan, et al. (2016), teknologi DNA Rekombinan memiliki potensi untuk menangani aspek-aspek penting kehidupan, misalnya, meningkatkan kesehatan. Selain itu, menurut Ariwidodo (2020), teknologi DNA rekombinan mempunyai potensi untuk mengubah
gen menjadi sumber daya global yang dapat digunakan untuk
mencetak bentuk-bentuk kehidupan yang baru.
Pembuatan vaksin rekombinan merupakan salah satu produk dari penerapan teknologi DNA rekombinan. Vaksin merupakan metode untuk membangkitkan respons imun terhadap patogen yang masuk ke dalam tubuh. Vaksin generasi ketiga, yang dikenal sebagai vaksin subunit protein rekombinan, dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan yang ada pada vaksin generasi pertama dan kedua. Vaksin subunit protein ini dibuat dengan memanfaatkan teknologi DNA rekombinan untuk menghasilkan fragmen antigenik dari mikroba. Pengembangan vaksin DNA berlangsung seiring dengan kemajuan teknologi DNA rekombinan, yang kemudian menghasilkan vaksin generasi keempat (Ardandi, et al. 2024).

Teknologi DNA telah digunakan dalam pengembangan vaksin DNA SARS-CoV-2, yang dapat dikembangkan dengan cepat untuk menghasilkan antibodi penawar. Vaksin DNA tidak hanya dapat mengekspresikan antigen protein utuh, tetapi juga antigen spesifik dari epitop yang terkonservasi dan imunogenik dari protein S serta protein lainnya. Ini membuatnya efektif melawan berbagai varian virus. Selain itu, berbagai pendekatan seperti memasukkan gen penekan tumor dalam imunoterapi, viroterapi onkologi, dan terapi prodrug enzim yang diarahkan pada gen, telah digunakan untuk mengobati berbagai bentuk kanker. Virus onkolitik (OV) dapat secara khusus mengenali, menyerang, dan menghancurkan sel-sel kanker, membantu menstabilkan dan mengurangi pertumbuhan tumor (Ardandi, et al. 2024).
Pembahasan
Teknologi DNA Rekombinan memungkinkan penggabungan materi genetik dari dua sumber yang berbeda untuk menciptakan organisme baru atau untuk memproduksi protein tertentu. Tujuan utama dari DNA Rekombinan ialah untuk menciptakan organisme yang lebih beradaptasi ataupun memproduksi protein rekombinan. Teknologi DNA Rekombinan umumnya menggunakan fragmen DNA dari berbagai sumber yang digabungkan dengan vektor, dan menghasilkan organisme inang yang mampu mereplikasi DNA Rekombinan dalam lingkungan tertentu (Ardandi., et al. 2024).
Vaksin DNA ialah salah satu aplikasi teknologi DNA Rekombinan yang dapat dikembangkan dengan cepat dan efektif dalam memunculkan respons imun terhadap patogen. Contohnya adalah vaksin covid-19. Vaksin DNA menyertakan antigen yang spesifik dari gen nukleotida yang sangat terkonservasi dan imunogenik (Ardandi., et al. 2024).
Selain untuk vaksin covid 19, teknologi DNA Rekombinan juga dapat digunakan dalam terapi kanker melalui imunoterapi. Virus onkolitik seperti adenovirus tipe-5, digunakan untuk mengenali, menyerang, dan menghancurkan sel-sel kanker. Kemudian, gen p53 yang digunakan dalam terapi kanker berfungsi sebagai penekan tumor (anti-tumor), seperti pada penggunaan Gendicine yang memicu efek anti-tumor melalui aktivasi jalur apoptosis dan menghambat perbaikan DNA yang rusak (Ardandi., et al. 2024).
Kesimpulan
Teknologi DNA Rekombinan memiliki banyak peranan penting di dalam dunia kesehatan. Teknologi DNA Rekombinan juga memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang, tidak hanya dalam bentuk vaksin dan terapi kanker. Namun bisa saja dalam hal-hal lain yang juga penting di dalam dunia kesehatan. Dari pembahasan di atas, vaksin DNA Covid-19 dan terapi kanker menggunakan virus onkolitik dan gen p53 menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengurangi masalah patogen dan mengurangi pertumbuhan tumor.
Perlu diingat, walaupun teknologi DNA Rekombinan memiliki banyak sekali manfaat yang dapat digunakan, teknologi tersebut juga memiliki kelemahan seperti potensi dampak negatif terhadap lingkungan dan banyaknya kontroversi etik terkait modifikasi genetik. Oleh karena itu, perlu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan matang-matang sebelum melakukan DNA Rekombinan.
Daftar Pustaka
Khan, Suliman., et al. (2016). Role of Recombinant DNA Technology to Improve Life. International Journal of Genomics. doi: 10.1155/2016/2405954
M. S, Wetterstrand, A. Kris. (2024). Recombinant DNA Technology. National Human Genome Research Institute
Ariwidodo, Eko. (2020). Penerapan Bioteknologu Vs Lingkungan Hidup: Perpektif Filsafat Lingkungan. Duta Media Publishing. ISBN: 978-623-6705-18-6
Ardandi, Y. Rofi., Nurhaliza, Suci., et al. (2024). Penerapan DNA Rekombinan dalam Terapi Gen: Vaksin DNA SARS-CoV-2 dan Terapi Kanker. Medical Profession of Lampung. doi: 10.53089/medula.v14j5.930


Komentar
Posting Komentar